Universitas Muhammadiyah Palembang Jajaki Kerja Sama Internasional Bersama QASPIR dalam Pengembangan Transformative Learning

Palembang, 24 Juli 2026 — Universitas Muhammadiyah Palembang (UM Palembang) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan memperluas jejaring internasional melalui penjajakan kerja sama dengan QASPIR (Quality Assurance, Strategic Planning, and Institutional Research). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional (BKUI) Universitas Muhammadiyah Palembang tersebut menjadi langkah awal dalam membahas berbagai peluang kolaborasi di bidang pengembangan Transformative Learning, peningkatan kapasitas dosen, serta implementasi program akademik internasional yang mendukung agenda internasionalisasi universitas.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional Universitas Muhammadiyah Palembang, Prof. Ir. Erna Yuliwati, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., beserta tim BKUI, dan delegasi QASPIR. Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak melakukan diskusi mengenai berbagai peluang kerja sama strategis yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan mutu pembelajaran, memperluas jejaring internasional, serta mempersiapkan mahasiswa dan dosen menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era global.

Pada sesi presentasi, tim QASPIR memperkenalkan profil institusi sebagai organisasi internasional yang bergerak di bidang Quality Assurance, Strategic Planning, and Institutional Research, dengan fokus membantu perguruan tinggi meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan sistem penjaminan mutu, pengembangan strategi institusi, serta implementasi pembelajaran berbasis Transformative Learning. QASPIR juga menjelaskan pengalaman organisasinya dalam mendampingi lebih dari 140 perguruan tinggi di 28 negara untuk meningkatkan kualitas akademik dan internasionalisasi institusi.

Salah satu materi utama yang dipaparkan adalah konsep Transformative Learning, yaitu pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, reflektif, kolaboratif, serta mampu mengaplikasikan pengetahuan dalam menyelesaikan berbagai persoalan nyata. Untuk mendukung implementasi tersebut, QASPIR menawarkan model pendampingan yang mencakup pemetaan kualitas pembelajaran, pembentukan kelompok dosen perintis (pilot cohort), pelaksanaan pelatihan intensif, hingga evaluasi berkelanjutan sebagai dasar transformasi pembelajaran di lingkungan perguruan tinggi.

Selain pengembangan metode pembelajaran, QASPIR juga memperkenalkan peluang kerja sama dengan American Public University (APU) melalui penyelenggaraan Program Second Degree berbasis pembelajaran daring. Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang untuk memperoleh gelar tambahan dari perguruan tinggi di Amerika Serikat dengan sistem pembelajaran yang fleksibel tanpa harus meninggalkan studi di Indonesia. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan sekaligus memperluas kesempatan mahasiswa memperoleh pengalaman akademik bertaraf internasional.
Dalam sambutannya, Kepala Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional Universitas Muhammadiyah Palembang, Prof. Ir. Erna Yuliwati, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan apresiasi kepada tim QASPIR atas pemaparan program yang telah disampaikan. Menurut beliau, konsep Transformative Learning maupun berbagai peluang kerja sama akademik internasional yang ditawarkan sejalan dengan arah pengembangan Universitas Muhammadiyah Palembang dalam memperkuat kualitas pembelajaran, meningkatkan kompetensi dosen, serta memperluas akses mahasiswa terhadap program-program internasional.

Beliau juga menegaskan bahwa internasionalisasi tidak hanya diwujudkan melalui kerja sama antarperguruan tinggi, tetapi juga melalui peningkatan kualitas proses pembelajaran, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta penyediaan kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik global. Oleh karena itu, berbagai peluang kolaborasi yang dipresentasikan oleh QASPIR akan dipelajari lebih lanjut sebagai bagian dari proses pengembangan kerja sama yang berkelanjutan.

Melalui diskusi yang berlangsung secara konstruktif, kedua belah pihak sepakat untuk terus menjalin komunikasi dalam rangka mengeksplorasi berbagai bentuk kerja sama yang dapat direalisasikan, antara lain penyelenggaraan seminar internasional, workshop peningkatan kompetensi dosen, implementasi Transformative Learning, sosialisasi program kepada mahasiswa, hingga penjajakan penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai landasan pelaksanaan kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis Universitas Muhammadiyah Palembang dalam memperkuat agenda internasionalisasi kampus melalui kemitraan dengan berbagai institusi internasional yang memiliki visi yang sama dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, Universitas Muhammadiyah Palembang optimistis mampu menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, inovatif, serta memiliki kompetensi global yang sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan dan dunia kerja internasional.

Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional (BKUI)
Universitas Muhammadiyah Palembang
📍 Palembang, Sumatera Selatan – 24 Juli 2026

UM Palembang Lepas 19 Mahasiswa Ikuti Program Internasional di Mesir, Malaysia, dan Thailand

Palembang, 10 Januari 2026 — Universitas Muhammadiyah Palembang (UM Palembang) kembali menunjukkan kelasnya di tingkat global dengan secara resmi melepas 19 mahasiswa untuk mengikuti berbagai Program Internasional di tiga negara, yaitu Mesir, Malaysia, dan Thailand. Pelepasan berlangsung di Aula Gedung KH. Faqih Usman Lantai 7, Universitas Muhammadiyah Palembang.

Program internasional yang diikuti mahasiswa terdiri dari beberapa skema, yakni PPL Internasional, Magang Internasional, dan KKN Internasional tahun 2026. Untuk Program Pengalaman Lapangan (PPL) Internasional di Kota Yala, Thailand, peserta adalah Betri Ciandayani dan Amanda Nurul Faradina dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Sedangkan Program Magang Internasional di perusahaan kakao di Yala diikuti oleh Bimo Noegroho dan Alfin Siswanto dari Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian dan berlangsung mulai 14 Januari–13 Maret 2026.

Selanjutnya, Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Malaysia berlangsung 19 Januari–17 Februari 2026 dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi, antara lain Rahmadila Melani (Akuntansi), Siti Fidya Amanda dan Nada Aulia (Pendidikan Bahasa Inggris), Annisa Mutiara, Ahmad Sazili, dan Susanto (Komunikasi Penyiaran Islam), serta Dzaky Arva Rizy, Muhammad Alfathan Zikri, dan M. Fikriansyah Ekman (Kedokteran). Lokasi KKN mencakup beberapa tempat di wilayah Serdang, Tanjung Sepat, Kuala Lumpur, Kota Damansara, Seri Kembangan, dan Sungai Buloh.

Program KKN Internasional di Mesir digelar 24 Januari–27 Februari 2026, diikuti oleh Rina Agustina (Hukum Keluarga) serta Shandy Jagad Anugrah, Gita Juwita, Tifhany Aulia Maharani, Hayatun Murihah, dan Fiona Nabila Zalfa dari Fakultas Kedokteran. Kegiatan mereka berlangsung di Sekolah Internasional Kairo, KBRI Kairo, dan TK ABA Aisyiyah Kairo.

Pelepasan mahasiswa ini dilepas langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang, Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M. dan turut dihadiri oleh Wakil Rektor I, Prof. Dr. Ir. Kgs. Ahmad Roni, S.T., M.T., Wakil Rektor III, Dr. Eko Ariyanto, M.Chem.Eng., Ketua BPH, Dr. H.M. Idris, M.Si., serta para dekan dari berbagai fakultas UM Palembang.

Dalam arahannya, Ketua LPPM UM Palembang, Prof. Dr. Ir. Gusmiatun, M.P., menjelaskan bahwa program internasional tersebut merupakan bagian dari strategi penguatan mutu lulusan dan reputasi institusi di kancah global, sekaligus kesempatan bagi mahasiswa untuk menunjukkan etos kerja, kemampuan akademik, dan karakter yang mencerminkan nilai-nilai Muhammadiyah di luar negeri.

Sementara itu, Kepala Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional, Prof. Ir. Erna Yuliwati, Ph.D., menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, sebagai modal utama mahasiswa dalam menjalani program internasional. Program ini menjadi langkah nyata UM Palembang dalam mencetak lulusan global yang adaptif, komunikatif, dan siap bersaing di panggung internasional.

Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional (BKUI)
Universitas Muhammadiyah Palembang
📍 Palembang, Sumatera Selatan – 10 Januari 2026