UM Palembang Jalin Kerja Sama dengan Magenta Language Academy dan Fortrust Education International

um-palembang.ac.id – Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang terus memperkuat jejaring kemitraan internasional melalui kerja sama di bidang pengembangan kemampuan bahasa asing. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kompetensi sivitas akademika sekaligus memperluas akses terhadap peluang studi lanjut, program magang, dan kolaborasi akademik dengan institusi luar negeri. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Magenta Language Academy dan Fortrust Education International pada Sabtu (17/10/2026).

Prosesi penandatanganan MoU dilaksanakan di Gedung KH. Faqih Usman Lantai 5 Universitas Muhammadiyah Palembang. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang, Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., bersama Direktur Magenta Language Academy, Johnson Iskandar. Selain itu, dilakukan pula penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Ketua Lembaga Bahasa Universitas Muhammadiyah Palembang, Dr. Kurnia Saputri, S.Pd., M.Pd., dan Johnson Iskandar. Perjanjian ini menjadi landasan pelaksanaan program pengembangan kemampuan bahasa asing yang ditujukan bagi dosen dan mahasiswa.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Palembang, Dr. Saleh Hidayat, M.Si.; Wakil Rektor II, Prof. Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M.; Wakil Rektor III, Dr. Eko Ariyanto, M.Chem.Eng.; serta Kepala Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional, Prof. Erna Yuliwati, Ph.D.

Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang, Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi kepada Magenta Language Academy atas terjalinnya kemitraan tersebut. Ia menilai kerja sama ini merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi, khususnya dalam menghadapi tantangan dan persaingan di era global.

Menurutnya, kesepakatan yang telah ditandatangani perlu ditindaklanjuti melalui kegiatan nyata yang memberikan dampak positif bagi sivitas akademika. Kemampuan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, dinilai memiliki peran penting dalam membuka akses terhadap pendidikan, informasi ilmiah, serta jaringan akademik internasional.

“Melalui kerja sama ini, kami berharap dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang semakin siap memanfaatkan berbagai peluang pendidikan dan pengembangan karier di tingkat internasional. Oleh karena itu, pelaksanaan program secara berkelanjutan perlu menjadi perhatian bersama agar manfaat kerja sama ini dapat dirasakan secara langsung,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Magenta Language Academy, Johnson Iskandar, menyampaikan bahwa implementasi kerja sama akan mencakup pelatihan bahasa asing bagi dosen dan mahasiswa, termasuk persiapan menghadapi sertifikasi TOEFL dan ELS. Program ini diharapkan mampu membantu peserta meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan, mengikuti program magang, serta menunjang kebutuhan akademik dan profesional.

Selain meningkatkan keterampilan berbahasa, pelatihan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan peserta dalam menghadapi berbagai kesempatan di tingkat global. Penguasaan bahasa Inggris yang memadai akan membantu dosen dan mahasiswa mengakses referensi ilmiah internasional, berpartisipasi dalam kegiatan akademik lintas negara, serta membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan di luar negeri.

Kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan peran Lembaga Bahasa Universitas Muhammadiyah Palembang dalam mendukung peningkatan kompetensi kebahasaan sivitas akademika. Melalui sinergi dengan lembaga pelatihan bahasa, diharapkan tersedia program pembelajaran yang terstruktur, berkesinambungan, dan sesuai dengan kebutuhan dosen maupun mahasiswa.

Dengan ditandatanganinya MoU dan PKS tersebut, Universitas Muhammadiyah Palembang kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas kemitraan dan meningkatkan daya saing lulusan. Kolaborasi bersama Magenta Language Academy dan Fortrust Education International diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi sivitas akademika untuk melanjutkan studi, mengikuti program magang, serta mengembangkan kerja sama akademik di tingkat internasional.

 

Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional (BKUI)
Universitas Muhammadiyah Palembang
📍 Palembang, Sumatera Selatan – 19/10/2026

Universitas Muhammadiyah Palembang Jadi Tuan Rumah Program ACE ( Access Carrer English ) RELO ( Regional English Language Office ) Kedubes AS

um-palembang.ac.id – Universitas Muhammadiyah Palembang dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Info Session sekaligus pembukaan rekrutmen peserta Program Access Career English (ACE) pada Kamis (8/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan program pengembangan kapasitas generasi muda melalui peningkatan kemampuan bahasa Inggris, pengembangan karier, kepemimpinan, serta jejaring profesional.

Program ACE merupakan inisiatif strategis yang digagas oleh Regional English Language Office (RELO) Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta bekerja sama dengan Indonesian International Education Foundation (IIEF) dan Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Muhammadiyah Palembang. Kegiatan berlangsung di Aula Gedung Faqih Usman Lantai 7 Universitas Muhammadiyah Palembang dan diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang di Palembang dan sekitarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Saleh Hidayat, M.Si., Wakil Rektor II Prof. Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., Wakil Rektor III Dr. Eko Ariyanto, M.Chem.Eng., Wakil Rektor IV Dr. Suroso PR, S.Ag., M.Pd.I., Kepala Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional Prof. Erna Yuliwati, Ph.D., serta para dekan, wakil dekan, dosen, dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang.

Dalam sambutannya, Dr. Saleh Hidayat, M.Si., menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada RELO Kedutaan Besar Amerika Serikat dan IIEF atas kepercayaan yang diberikan kepada Universitas Muhammadiyah Palembang sebagai Host Institution dalam penyelenggaraan Program ACE.

Menurutnya, Program ACE memiliki nilai strategis karena tidak hanya memberikan penguatan terhadap kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan yang berkaitan dengan pengembangan karier, kepemimpinan, dan pembangunan jejaring profesional.

“Program ACE merupakan sebuah inisiatif strategis yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga pengembangan karier, kepemimpinan, dan jejaring profesional bagi generasi muda,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa proses pembelajaran dalam program tersebut dirancang dengan pendekatan project-based learning dan kolaboratif sehingga dapat menyesuaikan dengan tuntutan serta kebutuhan dunia kerja saat ini. Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan dapat mengembangkan kemampuan untuk menjadi generasi yang adaptif, kreatif, dan memiliki daya saing di tingkat internasional.

Antusiasme terhadap pelaksanaan Info Session Program ACE terlihat dari jumlah peserta yang hadir. Sebanyak 106 peserta mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut dengan latar belakang yang beragam, mulai dari guru, dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan.

Selain itu, peserta juga berasal dari berbagai kelompok profesional, di antaranya young professionals, entrepreneurs atau wirausahawan muda, creative economy professionals atau pelaku ekonomi kreatif, serta young teachers atau pengajar muda.

“Kehadiran para peserta dari berbagai sektor ini menunjukkan semangat kebersamaan dalam membangun budaya mutu dan memperkuat ekosistem pendidikan di Palembang. Universitas Muhammadiyah Palembang merasa terhormat dapat memfasilitasi dan berkomitmen penuh dalam mendukung kapasitas akademik serta profesional generasi muda,” tambahnya.

Rangkaian ACE Program Info Session juga menghadirkan dua narasumber dari IIEF, yaitu Dwiki Prasetio selaku Program Coordinator dan Fairuz Mahdiyyah sebagai Program Assistant. Dalam sesi tersebut, keduanya memberikan penjelasan mengenai profil dan tujuan program, manfaat yang akan diperoleh peserta, persyaratan pendaftaran, hingga tahapan seleksi bagi calon peserta dan pengajar.

Para narasumber turut menjelaskan berbagai peran yang terdapat dalam pelaksanaan Program ACE, termasuk peran institusi tuan rumah, pengajar (teachers), serta peluang yang dapat diperoleh oleh peserta (students). Penyampaian informasi kemudian dilanjutkan dengan sesi Guest Speaker dan Q&A yang berlangsung secara interaktif. Sesi ini memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan pertanyaan dan memperoleh informasi secara langsung terkait program maupun proses pendaftaran.

Melalui kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Palembang, RELO Kedutaan Besar Amerika Serikat, dan IIEF, Program ACE diharapkan dapat menjadi salah satu wadah pengembangan kompetensi bagi generasi muda di Sumatera Selatan. Program ini diharapkan mampu memberikan bekal keterampilan bahasa Inggris profesional sekaligus memperkuat kemampuan karier, kepemimpinan, dan jejaring peserta agar semakin siap menghadapi peluang di tingkat global.

Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional (BKUI)
Universitas Muhammadiyah Palembang
📍 Palembang, Sumatera Selatan – 08 / 10/ 2026